Dusun Kandangan, Desa Banjarwungu, kembali berselimut keberkahan pada tahun 2026 ini melalui penyelenggaraan Peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW 1447 H sekaligus Haul Buyut Bowojati yang ke-27. Acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum sakral bagi warga untuk memperkuat tali spiritualitas. Dengan mengusung tema "Meneladani Semangat Perjuangan, Merawat Peninggalan dengan Iman dan Takwa," seluruh elemen masyarakat diajak untuk menengok kembali sejarah perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi keislaman di tanah Banjarwungu.
Sejak fajar menyingsing, suasana khidmat sudah terasa dengan dimulainya lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Agenda Khotmil Qur'an yang dilaksanakan sejak pagi hari menjadi pembuka pintu rahmat, di mana para hafidz dan warga larut dalam kekhusyukan. Pembacaan kalam illahi ini bertujuan untuk memberikan keberkahan bagi desa serta mengirimkan doa-doa terbaik bagi almarhum Buyut Bowojati dan para leluhur yang telah berjasa dalam syiar agama di wilayah tersebut.
Salah satu pemandangan yang paling membanggakan dalam peringatan tahun ini adalah keterlibatan aktif generasi muda. Rekan-rekan dari Pengurus Ranting IPNU IPPNU Banjarwungu menunjukkan dedikasi luar biasa sebagai motor penggerak acara. Kehadiran mereka membuktikan bahwa semangat perjuangan para sesepuh tidak terputus, melainkan terus dirawat dan diwariskan kepada tunas-tunas bangsa yang memiliki integritas, iman, dan takwa yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman.
Memasuki acara inti, gemuruh suara dzikir memenuhi lokasi kegiatan melalui pembacaan Tahlil dan Istighotsah. Seluruh jamaah bersatu dalam kerendahan hati, memohon perlindungan kepada Allah SWT sekaligus mengenang jasa Buyut Bowojati. Ritual ini menjadi simbol dari bagian tema "Merawat Peninggalan," di mana peninggalan paling berharga yang harus dijaga bukanlah sekadar fisik, melainkan tradisi spiritualitas dan kerukunan antarwarga yang telah terbina selama puluhan tahun.
Puncak acara semakin berkesan dengan kehadiran KH Nur Habib Ahmad dari Sidoarjo yang menyampaikan tausiyahnya. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hikmah perjalanan Isro' Mi'roj serta bagaimana mengaplikasikan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan modern. Beliau menekankan bahwa iman dan takwa adalah kompas utama dalam menjaga warisan para leluhur, sehingga masyarakat tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus perubahan dunia.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati, membawa harapan agar seluruh warga Dusun Kandangan senantiasa diberkahi kesehatan dan kemakmuran. Melalui sinergi antara para kiai, tokoh masyarakat, dan generasi muda IPNU IPPNU, peringatan Haul ke-27 dan Isro' Mi'roj ini berhasil menjadi oase spiritual yang menyegarkan dahaga keimanan. Semoga semangat perjuangan yang telah dinyalakan hari ini terus berkobar dalam sanubari setiap warga Banjarwungu. PYDJ